Dasar-dasar Mix Design Beton

Tulisan ini saya persembahkan untuk para praktisi lapangan, ataupun akademisi yang selalu ingin belajar tentang BETON.

apa itu beton? beton ya beton…karna pada umumnya semua orang sudah mengetahui apa yang dimaksud beton. Sudah belajar bertahun-tahun tapi saya masih belum bisa memahami kenapa diberinama sebagai “beton”, kenapa gak boten, atau tonbe, atau tebon, atau lainnya…ada yang bisa jawab? hehehe .( ..silahkan tinggalkan komentar ya,,nanti kita diskusikan bersama.

Yang akan dibahas oleh saya kali ini adalah beton,bukan tebon, boten, tonbe ataupun nobet. Walaupun saya belum tahu kenapa kok namanya bisa beton. Loh kok bisa memiliki keberanian untuk membahasa beton, tapi belum mengetahui siapa beton tersebut. Harap tenang, jangan kecewa dulu,no body perfect..hehe..apa salahnya jika saya mencoba memberankan diri untuk membahas, berharap dengan adanya diskusi kita semua bisa lebih mengenal beton, sekaligus memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari.

klo anda tetep maksa pengen tahu arti kata dari beton, silahkan buka kamus besar bahasa indonesia, semoga bisa ditemukan sedikit pencerahan. atau kunjungi Halaman ini.

Sebelum menguraikan tentang beton, saya akan mencoba mengulas sedikit tentang suatu nama yang bersodaraan dengan beton, yaitu: Pasta dan Mortar. Apa yang dimaksud dengan Pasta? Apa yang dimaksud dengan Mortar? untuk mengenali mereka mari kita lihat MATERIAL PENYUSUNnya, lihat di bawah ini:

Pasta = Air + Semen
Mortar = Air + Semen + Pasir
Beton = Air + Semen + Pasir + Kerikil

Nampak jelas perbedaan nya bukan? sedikit lebih mengenali siapa beton itu..hehe
diatas itu adalah BETON NORMAL. lah kok muncul nama yang aneh lagi, klo ada beton normal, berarti ada beton abnormal dong?ya jelas ada..dalam hal ini abnormalnya beton adalah “beton khusus” dimana material pnyusunnya tidak seperti beton normal, dan cara pencampuran dan metode pelaksanaanya berbeda dengan beton normal. sejenak kita lupakan dulu saja tentang beton khusus, karena hal tersebut baru bisa di fahami ketika anda sudah memahami “beton normal”, karena dasar-dasar mix desain beton khusus adalah beton normal. jadi mari kita bahas tentang beton normal. saya berjanji, jika saya masih diberi kesempatan menulis saya akan menjelaskan kelanjutan dari artikel saya ini untuk membahas beton khusus.

Beton Normal
Sifat Fisika Bahan Dasar
Berat Satuan:(diambil dari PPURG’87)
> Air = 1000 kgf/m3
> Semen = 1250 kgf/m3
> Pasir = 1500 kgf/m3
> Kerikil = 1500 kgf/m3

Berat Jenis :(diambil dari angka kisaran hasil pengujian material)
> Air = 1
> Semen = 3,15
> Pasir = 2,5
> Kerikil = 2,5

Mix Design adalah kebutuhan bahan yang diperlukan per m3

Formula Campuran Beton:
=====Rumusnya belum dtulis++++mohon maaf=====

Dasar Mix Design:
1. Perbandingan Berat (Tidak Terlihat)
2. Perbandingan Volume (Bisa Dilihat)

Permasalahan para praktisi dilapangan, terkadang sulit untuk mengaplikasikan suatu hasil perencanaan yang berbentuk angka-angka dari hasil anlisis kebutuhan material dalam satuan berat, kasus seperti ini sering ditemukan. Memang lebih disarankan untuk di konversikan ke dalam satuan volume, biar mudah untuk pencampuran, karena volume salah satu ukuran yang BISA DILIHAT.Contoh satu ember pasir dengan satu ember semen akan nampak terlihat sama jumlahnya, namun memiliki berat yang berbeda. Sehingga butuh analisa lanjutan, yang awalnya campuran kita berdasarkan satuan berat dirubah menjadi berdasarkan satuan Volume.
Tentunya kita tidak asing lagi dengan perbandingan volume campuran beton, 1 semen: 2 pasir : 3 kerikil. Perbandingan itu sangat sering kita jumpai dilapangan tentunya hanya untuk beton yang tidak memerlukan kekuatan tinggi. Atupun kondisi di lapangan yang menghendaki perubahan Volume campuran yang awalnya 1:2:3 dirubah menjadi 1 : 1,5 : 2. Hal seperti itu mudah saja terjadi dilapangan karena beberpa alasan kepentingan struktur. Dan sering juga di jumpai sebuah perencanaan yang tidak sesuai dengan anlisa yang berlaku sehingga campuran yang ada sulit diaplikasikan. misalnya saja ada suatu campuran beton dalam satuan berat, ternyata setelah dilakuakn pengecekan Volume, Volume tersebut hasilnya salah karena tidak menghasilkan 1 m3..bagaimana cara pengecekannya?

sudah sampai disini, saya kira perlu ada pembahasan yang real dengan aplikasi contoh-contoh yang nanti saya uraikan di tulisan selanjutnya.

==semoga bermanfaat==

About baehakibm
Pertahankan gambaran hidup yang di inginkan dan buatlah gambaran itu menjadi FAKTA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: