Renungkan Kisah Pensil dan Penghapus!!!

Anak rantauan jauh dari Orang Tua..tepatnya sekarang malam minggu tanggal 31 Desember 2011, pukul20.30 WIB bersama sahabat saya Dicki Dian Purnama, dia adalah penulis aktif di blog dickidp.wordpress.com kami terpisah jarak dengan keluarga. Sedikit mencari hiburan namun yang tidak menguras tenaga dan fikiran, ber”internet”an ria pun jadi pilihan utama di malam tahun Baru 2012 kali ini, karena hari senin tepatnya tanggal 2 januari 2012 harus kembali beraktifitas sebagai Kuli disalah satu perusahaan Civil Engineering di Jakarta..

Membaca sebuah artikel di Goegle membuat saya merenung dan berfikir bahwa saya belum menjadi seorang anak yang baik dari kedua orang tua dan seorang kakak dari kedua adik perempuan saya.

Banyak artikel menarik memang di dunia maya ini, namun dari sekian banyak rasanya renungan tentang Penghapus dan Pensil ini sangat menyentuh saya.

==>percakapan…..

Pensil : Maafkan aku.

Penghapus : Maafkan untuk apa? Kamu tidak melakukan kesalahan apa-apa.

Pensil : Aku minta maaf karena telah membuatmu terluka. Setiap kali aku melakukan kesalahan, kamu selalu ada untuk menghapusnya. Namun setiap kali kamu menghapus kesalahanku, kamu kehilangan sebagian dari dirimu. Kamu akan semakin kecil setiap saat.

Penghapus : Hal itu benar. Namun aku sama sekali tidak merasa keberatan. Kau lihat, aku memang tercipta untuk melakukan hal itu, Untuk selalu membantumu setiap saat kau melakukan kesalahan. Walaupun suatu hari nanti, aku tahu bahwa aku akan pergi dan kau akan menggantikan diriku dengan yang baru. Aku sungguh bahagia denganku. Jadi tolonglah, kau tak perlu khawatir. Aku tidak suka melihat dirimu bersedih.

Kisah percakapan antara pensil dan penghapus sungguh inspiratif.

Orang tua kita layaknya penghapus sedangkan kita layaknya pensil. Meraka (orang tua) selalu ada untuk anak anak meraka, memperbaiki kesalahan anak-anaknya. Terkadang, seriring berjalannya waktu…. Mereka akan terluka dan akan menjadi semakin kecil (dalam hal ini, maksudnya bertambah tua dan akhirnya wafat)

Walaupun anak-anak mereka akhirnya akan menemukan seseorang yang baru (suami atau istri), namun orang tua akan selalu tetap merasa bahagia atas apa yang mereka lakukan terhadap anak-anaknya dan akan selalu merasa tidak suka bila  melihat buah hati tercinta mereka merasa khawatir ataupun sedih.

“Hingga saat ini, saya masih selalu menjadi pensil…dan sangat menyakitkan bagi diri saya untuk melihat si penghapus atau orang tua saya semakin bertambah”kecil” dan “kecil” seiring berjalannya waktu. Dan saya tahu bahwa kelak suatu hari, yang tertinggal hanyalah “serutan”* si penghapus dan segala kenangan yang pernah saya lalui dan miliki bersama mereka…”

Sumber: http://www.wahyuesgroup.web.id

***Pensil dan Penghapus mengawali saya duduk dibangku sekolah hingga sekarang bisa menjadi Sarjana Teknik Sipil…

Hal yang kecil namun menyimpan inspirasi yang berharga…

About baehakibm
Pertahankan gambaran hidup yang di inginkan dan buatlah gambaran itu menjadi FAKTA

2 Responses to Renungkan Kisah Pensil dan Penghapus!!!

  1. pensil jg bsa tambah pendek……gmna tuh ????

    • BaehakiBM says:

      eh ada mas bro billy..

      semua mahluk pasti akan berakhir dengan hal yang sama”kematian”
      pendeknya pensil bukan karena menolong si penghapus, tapi karena perbuatan nya yang suka “corat coret”..sungguh sulit membalas budi baik si penghapus,,walupun sama sama menjadi pendek..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: